//
you're reading...
Informasi, Insight

Menembus Batas Langit ke Tujuh

Langit, angkasa, luar angkasa, antariksa.. Lapisan demi lapisan.. Langit demi langit.. Apa yang membedakan diantara mereka? Tentu saja selain komposisi, tekanan, suhu, dsb. Maksudnya apa yang menjadi batas diantara mereka? Tidak ada dinding, pintu, jendela, maupun kaca tipis. Tidak ada batasan yang jelas akan lapisan-lapisannya. Ilmuwan hanya mampu berkisar-kisar dengan rentang kesalahan sekian meter bahkan kilometer. Jadi apa yang membatasi manusia untuk menembus langit hingga langit ke-tujuh (dalam kiasan, arti tujuh dapat diartikan sebagai banyak).

Hal-hal apa yang benar-benar membatasi manusia untuk tidak mampu menembus batasan-batasan langit selain kemauan, kemampuan, dan tentu saja restu Allah Yang Maha Kuasa. Melihat faktor yang membatasi manusia, jika dilihat kuantitasnya, semua berasal dari si pelaku. Kemauan dan kemampuan. Mau berikhtiar, mau berjuang, mau berusaha, mau melakukan yang terbaik demi mencapai tujuan, dan mau meninggalkan hal-hal yang dianggapnya dapat membatasi dirinya untuk mencapai hal yang diinginkannya. Mampu berusaha, mampu menembus batas, melawan gravitasi, melawan tekanan ekstrim suhu, dan mampu berjalan dan melangkah tanpa henti hingga mencapai tujuan.

Siapa yang tidak mau menikmati keindahan panorama angkasa, bintang kerlap kerlip, dan keindahan melihat perpaduan sempurna birunya laut dan hijaunya daratan dari kejauhan yang pas. Kemampuan yang membatasi orang-orang yang mau. Sebaliknya, orang yang mampu, belum tentu mau melakukannya juga.

Selagi menikmati penerbangan dari Bandung ke Medan dari Airlines negara tetangga, perbincangan dengan Prof Togar mengarah kepada kemampuan dan kemauan negara kita untuk memiliki Airlines sendiri. Harusnya AU-RI bikin aja pakai CN235 bikinan PT DI untuk penerbangan domestik. Hitungan cendolnya, sekali penerbangan, misal perjalanan Bandung-Jakarta, yang kalau pakai Alphard bayarnya 250rb sekali perjalanan selama 2-3 jam, kasihlah harga 400rb dengan pesawat ini. Dengan seat-capacity 40 orang, perjalanan hanya 20-30 menit, pendapatannya sudah bisa sampai 16juta sekali jalan. Bisa bolak-balik 5 kali dalam sehari, pendapatan total bisa sampai 80juta per hari dikurangi dengan sewa hanggar, maintenance rutin, dan bahan bakar serta fixed and variable cost lainnya. Rasanya mampu negara kita ini bikin airlines. Lagi-lagi kombinasi Mau dan Mampu ini yang jadi faktor penentu. Apakah setiap elemen dan setiap manusia yang terkait dengan Airlines tanah air ini Mau dan Mampu?

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,485 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: