//
you're reading...
Informasi, Insight

Turunkan Harga! Percepat Pembangunan! Tingkatkan Produktifitas Masyarakat!

Lagi-lagi pemerintah menaikkan biaya hidup masyarakat dengan menaikkan tarif dasar listrik, yang sebelumnya membatasi penggunaan bahan bakar hidrokarbon bersubsidi. Hal ini dipicu oleh keterbatasan kesediaan produk yg dijual. Listrik, meskipun sudah diupayakan menambah supply dengan program 10.000 MW sejak tahun 2008 lalu, tetapi belum memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya pemerintah, masyarakat pun patut dipersalahkan. Tingkat konsumsi masyarakat terhadap listrik tidak tanggung-tanggung terus meningkat. Berapa banyak dijumpai berbagai gadget elektronik baru yang bermunculan, berapa banyak jumlah orang yang demi bergaya, meskipun tidak digunakan untuk tingkatkan produktifitas, membelanjakan koceknya untuk gadget-gadget elektronik. Belum lagi perusahaan-perusahaan elektronik yang makin memanjakan masyarakat Indonesia. Iya memang makin banyak pula bermunculan gadget dengan pemakaian listrik lebih ringan, tapi apakah itu berarti ketika orang yang memakai gadget itu lebih banyak daripada sebelumnya.Logikanya adalah, apalah arti irit energi kalau total pemakaiannya justru lebih tinggi dari pemakaian sebelumnya. Bahkan pemakaian tidak mendorong produktifitas, hanya menambah tingkat konsumtif masyarakat.

Menaikkan harga dasar, sesuai hukum ekonomi, dilakukan ketika supply dan demand tidak seimbang. Karena supply yang terbatas sedangkan demand yang terlalu tinggi, kenaikan harga dasar diperlukan. Kenapa perlu? diantaranya adalah untuk menyeimbangkan jumlah demand agar setara dengan supply. Dampaknya adalah pemotongan jumlah konsumen dan mendorong konsumen, dalam hal ini masyarakat untuk meningkatkan daya belinya. Pemerintah terlalu optimis terhadap kemampuan masyarakat, mereka menduga bahwa masyarakat siap untuk menghadapi dorongan paksa ini. Tidak sedikit bahkan terus bertambah saya melihat di lingkungan saya bahwasanya banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan, tidak mendapat penghasilan dan tidak sedikit pula orang-orang yang berkeluh kesah tidak berusaha. Mereka tidak dapat disalahkan, pola pikir mereka dan lingkungan masyarakat kebanyakan sudah dipatri untuk tidak mendorong kemampuan mereka untuk menjadi orang yang produktif. Saya masih sangat merasa, orang-orang ini butuh bimbingan, butuh diberikan jalan untuk menjadi orang yang mandiri dan produktif. Kebergantungan masyarakat terhadap pemerintah dan pihak pengusaha benar-benar tinggi.

Solusinya sebenarnya sederhana saja. Kalau pemerintah mau susah dan mementingkan rakyat, janganlah naikkan harga dasar. Percepat pembangunan-pembangunan infrastruktur yang telah menjadi kebutuhan masyarakat. Pangan, Energi, Pendidikan dan Kesehatan, empat dari sejumlah kebutuhan yang saya rasa penting dapat diakomodasi oleh pemerintah sebagai Bohir masyarakat. Pangan, turunkan harga pangan dengan meningkatkan pembangunan industri-industri hilir, kembangkan pertanian dan perkebunan. Energi, percepat pembangunan untuk meningkatkan cadangan listrik, banyak energi alternatif terbarukan yang bisa dikembangkan di Indonesia tetapi pertumbuhannya selalu terbatasi oleh regulasi dan birokrasi yang simpang siur. Pendidikan dan kesehatan, kalaupun masyarakat sudah dididik untuk menjadi pribadi yang produktif dan mandiri, sudah barang tentu, pendidikan dan kesehatan bisa membaik.

Pembangunan segala bidang kalau Institusi-institusi pendidikan dapat support dari pemerintah, tidak hanya soal peningkatan anggaran, tetapi lebih kepada support untuk memberikan pendidikan yang baik tidak dibuat rumit dengan kejelasan status, BHMN atau BHP atau BH-BH yang lain, demi terciptanya masyarakat cerdas dan produktif, tolong halalkanlah yang halal jangan membatasi kehalalan dengan mengharamkannya dengan peraturan-peraturan yang berlandaskan politik dan kepentingan golongan.

Hai Masyarakat Indonesia! janganlah kalian bermanja-manja menunggu perintah dan situasi untuk berubah demi enaknya perut kalian! Perjuangkan dan bangkitlah!

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,485 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: