//
you're reading...
Informasi, Insight

Bergaya di Foto

Sabtu kemarin, saya beserta beberapa tim observasi OSN 2008 jalan-jalan ke Tangkuban Perahu. Rencana agak impulsif, tanpa persiapan jauh hari, sehingga sedikit ada insiden dengan transportasi ke puncak kawah Tangkuban. Berhubung tidak ada hubungan dengan topik, jadi saya ga bahas. Intinya, sesampai di puncak gunung kami berfoto-foto seadanya dengan kamera di handphone yg katanya 2Megapixel punya si Minah. Jangan salah.. Minah bukan pembantu kami, tapi salah satu teman kami, bahkan dia ini koordinator tim observasi OSN 2008 yg mo berangkat ke Makasar pada awal bulan Agustus 2008. Saya dulu jadi salah satu koordinatornya, sebelum ditarik untuk mendampingi timnas IOAA 2008 utk latihan observasi. Anyway.. sebelum keluar dari topik, kita foto-foto deh. Gambar di samping ini adalah contoh kejadian pengambilan foto kami.

Berhubung ga ada yg mo ngalah, semuanya mau kena foto kami coba pake timer. Sebenarnya ada salah satu penjaga tiker istirahat (masa duduk di tiker aja bayar Rp. 3000) yg mau bantu kita untuk ambil foto, tp kita memutuskan pake timer aja. Lebih aman dan terjamin. Rada males juga sih minta bantuan si tiker master.. abisnya dia ngomong macem2.. salah satunya, “sekarang di sekitar kita udah ga ada agama”.. waduh.. serem.

Lanjut..

Mulailah saya memikirkan gaya yg cocok untuk pengambilan foto ini. Tapi ada informasi yg masih kurang. Saya tidak tau berapa interval waktu yg tersedia di antara pengambilan. Lumayan buat mikirin gaya, kupikir. Tp begitu nanya ke minah.. dia ga jawab, malah sibuk bergaya. Selanjutnya.. lihat aja di foto samping ini.

Dari sini saya mendapatkan pelajaran. Berpikir itu menghabiskan waktu, sia-sia juga berpikir macem-macem yg menyebabkan kita tidak fokus pada apa yg sedang terjadi pada proses pencapaian hasil. Nah.. daripada sibuk memikirkan apa yg terjadi, ada baiknya kita berpikir untuk mencapai hasil yg terbaik.

Tapi ada hal yang menarik dan beruntung juga sih, coba saja lihat hasil yg diperoleh dari pengambilan foto tersebut. Meskipun saya tidak berhasil untuk bergaya, tapi dari proses pencarian informasi interval, yg bisa dibilang perbuatan yg salah, ternyata menghasilkan deretan foto yg bercerita. Dari situ saya bisa mengisi blog juga. Hehe..

Pelajaran lagi..
Jangan merasa kecewa dengan hasil yang diperoleh, bersyukurlah, maka akan tercipta lebih banyak hasil. Bersyukur dan sabar adalah kunci untuk mendapatkan kebahagian. Syukuri yang kita dapatkan, dan bersabarlah ketika itu tidak sesuai dengan harapan kita. Paling penting adalah.. waktu terus berjalan. Songsong masa depan dengan penuh kebahagiaan, daripada murung memikirkan masa lalu. Ada pepatah: “Yesterday is history, tomorrow is mistery.. today is a gift. That’s why it called present.” Kungfu Panda.

Terima kasih… sekian dulu ceritanya.

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

One thought on “Bergaya di Foto

  1. ihihihihihi…keren kok… keren… Keren banget..
    kayak storyboard… cocok tuh untuk bikin pilem… Waaahhh….Kereeenn…

    Tulisannya juga bagus.. cieee.. memang penulis handal hehe.. (Yach… si Dewa tambah besar dech.. :-p )

    Btw, aku ga ikutan euy…😦 ga mau ah Wa, masak kesana aja harus nunggu 5 tahun dulu😉 hihi…

    Next place…
    Kawah Putih…
    we will come…

    salam,
    salah satu personil tim osn (hehe..narsis)

    Posted by you know who hihi... | July 24, 2008, 7:42 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,485 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: