//
you're reading...
Informasi

Spiderman in Tragedy

Tidak terasa sudah nyaris 5 tahun lamanya sejak pertama kali serial komik Spiderman diangkat ke layar lebar. Mei 2002 adalah kali pertama tokoh pahlawan super yang diciptakan Stan Lee merayap dengan sangat mantap di dunia perfilman. Spiderman di dunia layar lebar dimulai dengan cerita asal mula tokoh ini menjadi pahlawan super dan harga yang harus ia bayar karena tak mampu bertanggung jawab akan kekuatan yang dimilikinya. Lanjut kepada krisis identitas, keraguannya menjadi pahlawan untuk lingkungannya dengan konsekuensi meninggalkan keinginan pribadi. Hingga film ketiga yang menceritakan permasalahan lebih dalam dari sebelumnya.

Jahat betul si Sam Raimi yang menjadi direktur dari ketiga film Spiderman. Peter Parker benar-benar diberi tantangan yang super berat, mungkin lebih berat dari apa yang dialaminya di dunia komik. Lihat saja keseriusan Peter dalam menghadapi masalah-masalahnya, tidak sama dengan situasi komiknya yang masih sempat mengeluarkan kelakar-kelakar konyol di sela pertarungan -Meskipun di Amazing Spiderman #539 dalam seri Back in Black, Peter Parker sudah tidak lagi mengeluarkan kelakar-kelakar konyolnya ketika bertarung. Siapa yang bisa membuat kelakar ketika orang yang disayanginya terancam mati dibunuh-

Pada film ketiga ini, ternyata Sam Raimi mencoba memasukkan sisi humor ke dalam Spiderman. Meskipun tidak sama dengan sisi humor di dalam komik, namun yang ditonjolkan memang sesuai untuk ditayangkan dalam layar lebar. Tingkah laku yang sok pede dari Peter Parker yang sedang dipengaruhi Symbiote, gayanya yang sok keren mencoba tebar pesona kepada wanita-wanita yang berpapasan hingga JJ. Jameson yang dimanfaatkan sekretarisnya karena tekanan darah dan ketakutan istrinya. Semua dikemas dengan baik sesuai dengan kelebihan layar lebar yang memberikan sensasi melalui suara dan pergerakan gambar.

Semua orang memang punya masalah. MJ dengan karirnya yang jatuh karena kritik yang dilontarkan ke semua surat kabar dan Peter yang tidak dapat mengerti perasaannya, Eddie Brook yang dipecat karena kesalahannya sendiri yang berbuat curang tapi menyalahkan Peter, Harry yang ingin membalaskan dendam kematian ayahnya dan harus membunuh sahabatnya sendiri, Flint Marko a.k.a. Sandman yang ingin mendapatkan uang untuk anaknya.. hingga semua masalah membendung kepada Peter Parker, seorang kutu buku yang dibebani dengan kekuatan laba-laba.

Sekali lagi Peter Parker dipermainkan perasaannya dalam film ini. Begitu banyak masalah yang bertubi-tubi datang. Dari sahabatnya -Harry- yang membencinya dan mempermainkan perasaannya dengan -terlihat- merebut MJ. Pertarungannya dengan symbiote yang merubah perilakunya. Hingga pelaku pembunuhan pamannya yang kabur dari penjara dan bebas berkeliaran yang akhirnya menjadi Sandman dan bersekongkol dengan symbiote+ Eddie Brock untuk membunuhnya dan lagi-lagi MJ yang dijadikan sandera.

Namun kesemua masalah yang dihadapi Peter Parker seiring waktu berjalan mulai terselesaikan dengan konsekuensi harus kehilangan sahabat yang rela mengorbankan jiwa untuk menyelamatkannya.

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,485 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: