//
you're reading...
Informasi, Insight, Sains Asyik

Netralnya Sains dan Agama

T.Djamaludin pernah menulis tentang netralitas sains, yg mengemukakan bahwa bukanlah sains yang harus dinetralisasi, tetapi pelaku sains lah yg harus. Saintis adalah manusia, dengan berbagai faktor yang mendorongnya untuk mengambil keputusan. Tidak dapat dipungkiri, manusia dengan segala nafsu dan kemampuan pengendalian diri tidak bisa benar-benar netral. Meskipun dikatakan tidak memihak pada suatu kubu, namun memihak diri sendiri adalah termasuk memihak. Ego manusia tidak bisa ditinggalkan, dalam berdebat, berpendapat ataupun dalam bernasihat.

Tidak hanya dalam sains, dalam agama pun netralitas jika sudah bertemu dengan ego manusia sudah pasti sulit dibuktikan kebenarannya.

Jadi sebaiknya telan dulu ego masing-masing jika memang tujuan kita adalah sama, memajukan sains, agama, negara dsb. Yang penting bukan bertujuan menunjukkan eksistensi ego.

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

4 thoughts on “Netralnya Sains dan Agama

  1. sebetulnya bukan masalah agama & sains berseberangan, karena sebetulnya garis demarkasi-nya jelas, untuk menjelaskan “mengapa”, “apa”, “dari mana”; semua-nya udah ada jalan-nya masing2. Cuman yah , bener yang dibilang pak Thomas, tinggal gimana pelaku, baik pelaku sains, maupun pelaku agama. Jangan jadi orang egois.

    Jadi kalo tidak bisa melihat batasannya secara jernih, jadi-nya campur aduk gak keruan, dan ga ada jalan keluar. Apa terus semua-nya gak ada titik temu? Sebetulnya semua-nya bisa menjelaskan hal yang sama, cuman tinggal bisa gak masing-masing pelaku mengambil hikmah yang terdalam?

    Posted by nggieng | May 1, 2007, 3:24 pm
  2. lagi cari pembenaran mengenai teori Heliosentris nih…kenapa ada yang bilang bahwa teori yang bener itu teori geosentris ya???????????//padahal sejak SD saya diajarkan teori Heliosentris. tapi sekarang saya jadi ragu. Mohon tanggapan & infonya ya…………….

    Posted by miss Andromaeda | May 24, 2007, 7:18 pm
  3. sebelum memutuskan mana yg benar.. ada baiknya ditinjau kedua teori. mengenai mana yg benar, hanya Yang mencipta yg tahu. Pastinya bukti2 fisis lebih byk mendukung heliosentris.

    Mengenai byk anggapan geosentris didukung qur’an .. toh Qur’an bukan sembarang buku yg bisa ditafsirkan oleh sembarang orang. Sedang belum ada dalil yg ditemukan dari sahabat, generasi pertama ato org2 yg terpilih yg menafsirkan bahwa geosentris lah yg benar ato heliosentris yg benar.

    Jadi terserah mau pilih yg mana, pastinya saintis lebih mudah pake model heliosentris dalam perhitungan dibandingkan model geosentris.

    Posted by ddewa | May 25, 2007, 11:03 am
  4. Saya sih ga suka ngomong soal netralitas. Apalagi kalau udah “netralitas ego” tuh. Parameternya gak pernah cocok, dan gak percaya deh kalo ada orang yang bisa netral.

    Yang jelas memihak pada sesuatu yang diyakini benar bukanlah sebuah kesalahan yang harus dihakimi manusia. “Benar” disini berarti cocok dengan hukum-hukum ilmiah (universal), norma sosial (tergantung masyarakatnya), hukum agama (tergantung agamanya). Berbeda pandangan itu sah-sah saja, yang penting pendapat orang dihormati.

    Posted by edwards | June 5, 2007, 12:26 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,538 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: