//
you're reading...
Uncategorized

Sinetron Cengeng dan Haru Biru

Kompas, 18 November 2006. Budayawan W.S. Rendra yang menjadi salah satu anggota Dewan Juri FFI 2006 mencermati, problematika yang dihadapi film indonesia saat ini adalah intelektualitas yang kurang berkembang. Film Indonesia masih mengejar melodrama serta didominasi kecengengan dan haru biru.

“Secara teknis, film Indonesia saat ini lebih maju. Namun, secara gagasan masih kurang berkembang. Cara menyikapi kesulitan itu tidak intelektual, tetapi teknokratis dan kurang memahami sosial budaya”

“maka itu, jangan hanya mengukur keberhasilan film dari jumlah penonton.”

Siapa yang tidak kenal dengan sinetron. Sinetron menjadi sebuah fenomena terbesar di tengah masyarakat kita saat ini. Sudah tidak terhitung jumlah sinetron di televisi saat ini. Dengan rating terbesar, industri film berlomba-lomba menghadirkan sinetron. Keharuan, kesedihan dan emosi ditumpahkan ke dalam sinetron untuk menarik simpati penonton.

Apa akibat sinetron terhadap karakter penontonnya?

About sidewa

Saya hanya seorang manusia biasa yg dipanggil Dewa sejak kecil yang gemar memandang langit² (berkhayal & berpikir).

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Jumlah pukulan

  • 66,485 pukulan

Gravatar


kayanganku is my personal blog. nothing special or specific niche. Just me and my fraction of thought.

Kicau si Dewa (Twitter)

%d bloggers like this: