Mendengar berita dari vivanews tentang meteor yang kembali jatuh di NTB pada 4 Mei 2010, sebelumnya di Duren Sawit pada 29 April 2010, membuat saya kembali mengingat Tugas Akhir yang saya buat sewaktu kuliah dulu. Apa mungkin ada hubungannya dengan Near Earth Object (NEO) atau Objek-objek yang mendekat Bumi. Saya langsung mencoba ingat-ingat link web program NASA untuk NEO. Dari link tersebut saya mendapatkan informasi sebagai berikut:
Dari data yang saya ambil dari NEO NASA, ternyata memang ada asteroid (2002 JR100) yang paling dekat dengan bumi pada tanggal 29 April 2010. Dekat di sini artinya masih berjarak 8 LD atau 8 kali jarak Bumi dan Bulan atau 3.072.000 km. Apalagi diameternya sebesar 38 – 68 meter. Ukuran ini masih terlalu besar dibandingkan meteorit yang sampai Duren Sawit, meskipun sudah melewati pembakaran di atmosfer. Tapi saya masih merasa terganggu dengan tanggalnya yang sama. Meskipun tanggalnya sama, asteroid sampai ke Bumi pasti memerlukan waktu tempuh.
Kalau diandaikan lintasan dari posisi asteroid (2002 JR100) pada tanggal 29 April 2010 menuju Bumi adalah berupa garis lurus, maka waktu tempuh asteroid ke Bumi adalah 3.072.000 km dibagi dengan kecepatan 8 km/s yaitu 384.000 detik, atau sekitar 106 jam atau 4 hari. Seharusnya kalaupun asteroid ini sampai Bumi, tanggal jatuhnya 4 hari setelah 29 April yaitu sekitar tanggal 3 Mei. Itupun KALAU asteroid mengambil lintasan lurus dari posisinya pada 29 April ke Bumi. Ini menghilangkan pertimbangan orbit Bumi dan orbit objek tersebut.
Lalu pada kasus kedua, tanggal 4Mei 2010 di Bima, NTB. Lagi2 saat lihat data NEO Close Approach, ada prediksi objek dengan nama (2010 GU21), dengan jarak 8 LD (Lunar Distance) dan ukuran yang lebih besar dari (2002 JR100) pada tanggal 5 Mei 2010. Kalau kita coba hitung waktu tempuh dari jarak 8 LD ke permukaan Bumi, lagi2 dengan pengandaian lintasan berupa garis lurus, 3.072.000 km dibagi dengan kecepatan 10,60 km/s maka memerlukan waktu tempuh selama 289.811 detik atau 80 jam atau 3 hari 8 jam. Jadi sekitar tanggal 8 Mei sampai permukaan Bumi.


objek yg mndekat bumi, sumber: http://neo.jpl.nasa.gov/ca/
Apa mungkin temannya si objek (2002 JR100) dan (2010 GU21) yang kecil2, tidak terdeteksi oleh alat pengamat kita, yang menabrak Bumi dan jatuh di wilayah Indonesia?
Updated 6 Mei 2010:
Kalau dugaan saya ternyata benar, mudah-mudahan tidak benar. Tanggal 8 Mei 2010 objek (2010 JA) akan mendekat hingga 1,9 LD, lebih dekat dari (2002 JR100) dan (2010 GU21) yang mendekat hingga 8 LD dengan kecepatan 8,04 km/s. Waktu tempuh ke permukaan Bumi, lagi2 dengan menganggap lintasannya lurus, akan memakan waktu 25,2 jam atau 1 hari dan 1 jam lebih.
Semoga tidak ada teman2nya si (2010 JA) ini yang mampir ke Bumi dan berhasil tembus pertahanan atmosfer kita. Berharap saja komposisi meteor terdiri dari materi yg mudah terbakar dan berukuran kecil sehingga atmosfer dengan suhu ekstrim dapat melindungi kehidupan di permukaan Bumi. Hyaaa… serem.
Maaf sebelumnya, saya hanyalah lulusan astronomi ITB yang murtad yang hanya berandai-andai dan menebak-nebak hubungan antara data yang ada dengan fenomena yang terjadi. Jangan langsung percaya tulisan ini. Semoga ada yang bisa membantu menganalisa dan mentelaah lebih dalam dugaan ini.
Updated 7 Mei 2010
Data NEO NASA 30 hari sebelum dan sesudah 7 Mei 2010 silahkan klik link disini.


Apa salahnya mencari korelasi ‘wa ?
Itulah kerjaan peneliti sebenarnya.
Jangan bilang astronomi murtad ah….
gw juga ikut terganggu nih
Posted by Stephen Dawni Nugraha | May 4, 2010, 8:09 pmhahaha.. dia terganggu.. gw yg bilang aja sangat trganggu. iya don, ni krjaan pneliti sbnernya. bukan krjaan astronom murtad kyk qt. haha.. mudah2an ada tman2 atau dosen qt para peneliti sebenarnya yg bs bantu koreksi..
Posted by ddewa | May 4, 2010, 8:21 pmMasih bagus ada perhatian ke masalah-masalah Astronomi, gak perlu ahli atau tidak ahli selama mampu berfikir, berfikirlah.
Saya juga seorang lulusan Astronomi yang murtad
AS’84
Posted by Asep Suryana | May 6, 2010, 9:51 amBetul juga, pak.hmm.. Saya rasa masih perlu campur tangan pemikir yg memang fokus pada kajian terkait untuk membahas lebih mendalam dan mengkoreksi dugaan, teori dan hipotesa masyarakat luar astronomi atau yg murtad seperti kita ini.
Saya simpan alamat blognya ya, pak. Salam kenal, saya AS’02.
Posted by sidewa | May 6, 2010, 10:07 amSalam kenal lagi
Posted by Asep Suryana | May 6, 2010, 2:38 pmYa belum murtad lah … cuman jarang ke masjid
Btw, kalau yang tanggal 7 may jaraknya agak jauh tapi kecepatannya rendah, apakah lebih mudah tertarik bumi ?
Posted by Rovicky | May 7, 2010, 7:05 ameh Pakdhe mampir ke kayanganku.. hehe..
yg lebih brpengaruh itu jaraknya dibandingkan kecepatannya, pakdhe.. mnurut abang Newton dkk yg ngomongin mekanika..
sebenarnya jarak segitu, masih aman dari gaya tarik Bumi. la wong Bulan aja dengan jarak 1 LD segede gitu baek2 aja kok. yg saya permasalahin temen2nya yg mungkin dibawa mereka yg ga terdeteksi oleh kita.
Posted by sidewa | May 7, 2010, 10:51 amKalau menurut saya, sesuai perkiraan di atas kenapa tidak menganalisa data pada akhir bulan Mei, kalau ada?
Posted by nn | May 7, 2010, 8:37 amMaksudnya akhir bulan April
Posted by nn | May 7, 2010, 8:38 amboleh juga tuh.. coba saya masukkan juga data +/- 30 hari dari tanggal sekarang ya. siapa tau ada petunjuk.. thx masukkannya
Posted by sidewa | May 7, 2010, 10:53 amsaya rasa yang namanya komet itu pasti akan jatuh sesuai dengan orbitnya, jadi ngapai takut kalo meteor jatuh ke bumi, toh orang pasti mati dan kerusakan masih bisa diperbaiki
Posted by mario | May 7, 2010, 1:54 pmbetul, komet sudah pasti melintas sesuai orbitnya. mungkin saya ingin jlaskan sdikit ttg meteor, meteor adalah sebutan objek yang sampai ke atmosfer bumi dan mmbentuk pnampakan garis terang krn gesekannya dgn atmosfer. meteor = objek, tidak hanya berasal dari sisa2 komet, lebih tepatnya berasal dari meteorid atau benda angkasa seperti asteroid dan komet.
betul juga ga perlu takut, kecil kemungkinan meteor dari komet utk mnjadi meteorit yg sampai ke permukaan Bumi. Karena komposisinya mudah terbakar atmosfer. Beda dengan meteor dari asteroid dgn kepadatan lebih tinggi dr komet. tapi lagi2 peluangnya kecil utk jd meteor.
Posted by sidewa | May 9, 2010, 9:38 ammakasih kak infonya
ga masalah jd astronom murtad ato ga, yang penting kan mau berbagi kewaspadaan dan informasi buat masyarakat luas
Salam kenal, AS ’08
Posted by prahesti | May 8, 2010, 5:54 pmwah ini ni darah segar. haha.. ayo de prahesti.. bantu analisa fenomena yg terjadi ini. Mudah2an bisa kasih pnjelasan lebih baik ke masyarakat..
Posted by sidewa | May 9, 2010, 9:40 amWaahh,,,,
Keren bgt nh,,astronomi ITB,,, knp g msk lapan aj???
Yh,namanya kn msh perkiraan..
Ap lagi,yg namanya benda ciptaan tuhan kadang2 g bs d perkirakan,,,
Tp g ad salahnya mencegah,,apalagi infonya bnr2 berguna bwt org banyak…
Y kn???
Sukses pokoknya,,,!!
Posted by lhyna fLashy | May 9, 2010, 5:20 pmhuee.. masuk lapan? udah bbrp kali kok kluar masuk lapan, nyapa teman2 dan senior di sana.. haha.. trima kasih sudah mampir. masih banyak ciptaan Tuhan yg masih misteri ni. kyknya ga cukup umur seorang manusia di dunia utk pahami itu smua.. at least.. mari qt syukuri dan imani setiap ciptaan Tuhan yang luar biasa ini.
Posted by sidewa | May 18, 2010, 1:06 amkita wajib menghargai ilmu pengetahuan .. ada data dan ada fakta itu sudah bukti ilmiah … jadi bagus banget ini .. kita harus bisa menhargai calon peneliti dunia dari indonesia
Posted by faris | May 17, 2010, 4:38 pmantara data dan fakta yg ada masih ada jarak. disitulah peneliti bekerja mncari korelasi yg dpt diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat. yak.. betul,pak faris, mari qt dukung terus peneliti Indonesia.
Posted by sidewa | May 18, 2010, 1:04 am