Sungguh hebat masyarakat Indonesia melangkah dalam tataran demokrasi. Berkelompok mereka berjalan dengan mengusung nama-nama partai sejumlah 30-an buah. Para pemikir, merasa sudah saatnya memimpin bangsa ini ke jalan yang benar. Pemimpin bermunculan dari beragam latar belakang. Seniman sudah merasa bosan dengan kanvas dan layar kacanya. Bosan dengan bangsa ini yang tidak memperhatikan pentingnya seni untuk membangun.
Seni…
Seni hanyalah sebagian dari begitu banyaknya aspek yang termarginalkan.
Semua.. kurang sedikit, merasa adalah penyelamat untuk negara yang porak poranda. Percaya dapat memimpin lebih baik, memimpin lebih bijak, memimpin lebih nyata dibanding Anda. Jumlah mereka tidak sedikit. Sungguh mental yang luar biasa. Dahulu hingga kini memang berkumandang, pemimpin lah yang dibutuhkan bangsa ini.
Seperti halnya Tuhan yang menghendaki, maka jadilah. Betapa hebatnya pemimpin bermunculan di mana-mana. Lalu.. siapa yang dipimpin? siapa yang akan menjadi penasihat? siapa menjadi benteng atau kuda bahkan pion?
Bertanya dan terus bertanya.. Akankah raja hitam dan putih bersatu untuk kelangsungan hidup papan ini? Ataukah …
