Posted by: ddewa | January 27, 2009

Astronom Murtad

26 Januari 2009. Murtad, itulah gunjingan yang bisa saya katakan kepada diri saya ini. Seorang lulusan Astronomi ITB tetapi sudah beberapa bulan terakhir lepas dari kegiatan astronomi. Gerhana Matahari Cincin hari itu yang menggemparkan Indonesia termasuk dalam daftar ketidaksertaan saya. Sementara rekan-rekan astronomi berbondong-bondong membawa peralatan dan perlengkapan memburunya hingga ke Lampung, saya sedang bercengkerama dengan keluarga. Pemikiran saya agak kontras dan pesimis dalam menyikapi fenomena ini. GMC memang fenomena yang langka. Lalu kenapa hanya diamati dan diabadikan saja? Kenapa tidak ambil tindakan yang lebih dalam dalam menyikapinya? Meskipun saya mencoba mengkaji lebih dalam data-data yang saya dapat dari fenomena yang langka ini, lalu untuk apa? Itulah beberapa pertanyaan yang saya ajukan di benak saya.

Gerhana Matahari Cincin ini akan terjadi lagi puluhan tahun mendatang. Sikap yang bagaimana yang bisa membedakan dengan sikap yang orang kebanyakan lakukan. Apakah dengan “hanya” melihat dan mengabadikannya sudah bisa mensyukuri karunia Ilahi dengan baik? Saya rasa tidak. Ini adalah pemikiran saya. Lalu data ini bisa dimanfaatkan oleh siapa dan untuk apa? pencarian ini pun terus berlanjut. Sesampainya di Bandung ladang ilmuwan dan pakar astronomi, saya akan lakukan investigasi lebih lanjut.


Responses

  1. “Tindakan lebih dalam” nya itu apa?

  2. hmmm beda antara astronom beneran dan murtad tipis wa..

  3. hoho.. udah beneran murtad nh.. sampe bandung ga sempat ngobrol sm astronom profesional buat nanya2.. hehe.. punten..

    @ivie.. hm.. gitu ya? jadi bisa aja astronom beneran sbnernya murtad, tapi ngaku2 astronom n vice versa ya?

    @edwards.. ga tau ed gw jg.. kan murtad.. hehe


Leave a response

Your response:

Categories