Akankah Manusia di Bumi menjelajah Angkasa lebih jauh dari sekedar mengunjungi Bulan dalam satu dekade ke depan? akankah eksplorasi luar angkasa hanya menjadi angan-angan? Kalau memang hanya angan-angan, buat apa beberapa negara maju buang-buang uang untuk riset dan pengembangan teknologi untuk itu? Di mana Indonesia memposisikan dirinya nanti? pernahkah pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di benak kita?
Terinspirasi dan tergugah karena kalimat yang dikeluarkan oleh Taufiq Hidayat, seorang dosen astronomi bidang tata surya di ITB, yang mengatakan “eksploitasi luar angkasa sudah bukan utopia”. Tidak terbayangkan di satu dekade yang lalu, informasi akan tersebar dengan begitu cepatnya ke seluruh dunia dengan bantuan sistem informasi yang dikenal dengan istilah Internet. Apa yang menghalangi kita untuk berpikir bahwa satu dekade ke depan akan muncul era baru, era eksplorasi luar angkasa?
ISS, International Space Station yang merupakan gabungan dari Satelit dan stasiun beberapa negara, terus dikembangkan. Mungkin tidak akan lama lagi stasiun menjadi tempat assembly pesawat antariksa, satelit sejenis Hubble yang lebih canggih ataupun pesawat penambang mineral dari jutaan asteroid yang beredar.
Malaysia negara tetangga Indonesia sudah mulai bergerak dalam riset dan pengembangan teknologi luar angkasa. Bahkan sudah akan mengirimkan beberapa orang warganya ke angkasa pada Oktober nanti, kiniĀ mereka sedang menjalani pelatihan di Moskow. (berita selengkapnya) Mayoritas negara yang beragama Muslim ini juga telah memikirkan bagaimana umatnya akan beribadah di stasiun luar angkasa dengan mengeluarkan panduan beribadah.
Lalu di mana posisi Indonesia? Indonesia sebagai negara kepulauan adalah salah satu negara yang akan sangat diuntungkan oleh keberadaan teknologi angkasa. Satelit komunikasi salah satunya. Sebagai negara dengan begitu banyak daerah yang dipisahkan oleh lautan, sungguh akan lebih mudah komunikasi terwujud jika ada satelit itu. Memang sudah ada satelit komunikasi yang beredar mengelilingi bumi yang Indonesia manfaatkan. Tapi Indonesia di sini hanya bertindak sebagai konsumen. Apa yang terjadi dengan konsumen? konsumen menghabiskan uang untuk orang lain. Bagaimana jika negara Indonesia memiliki satelit sendiri.. Pastinya Indonesia tetap menjadi konsumen, namun uang yang diputar tetap berada di Indonesia, bergerak demi kemajuan Indonesia. Tentu saja tidak memperhitungkan seberapa besar uang yang mengalir bocor ke kantong para koruptor.
Akankah Indonesia berdiam diri ketika negara lain sudah memikirkan eksploitasi luar angkasa? Kita lihat saja nanti..

Kan udah ada itu rencana mau bikin stasiun di Biak
By: edskywalker on June 11, 2007
at 3:47 pm
Bikin landasan doang ed.. tinggal benerin aspal doank.. alat2 canggihnya tetap aja dari luar, kyk pesawatnya yg dari Rusia. Satelit yg ditumpangi di atas pesawat juga hanya sebagian kecil pake tenaga Indonesia.
By: ddewa on June 12, 2007
at 11:00 am
Ya realistis aja lah, mana mungkin alatnya dari sini semua. Mestinya orang Indonesia bersyukur tuh Rusia udah mau bantu.
Sekarang tinggal gimana memanfaatkan fasilitas itu nanti. Kita-kita yang dari Astronomi (dan tentunya anda sendiri yang baru saja lulus
) mau melakukan apa? Orang Indonesia ini terlalu banyak mengeluh melihat kemajuan negeri tetangga, dan hasilnya ya orang Indonesia tetep gak maju-maju.
By: edskywalker on June 12, 2007
at 12:56 pm
Betul sekali bung eddy.. mari kita berbuat meski sedikit untuk membangun bersama negeri ini. Apalagi kita di bidang astronomi yg nyambung sama ilmu angkasa ya kita kembangkan deh sesuai bidang dan ilmu kita..
Apa yang saya lakukan sekarang? Lihat saja nanti hasilnya.. toh kalian, orang seperti saya, ga banyak yg peduli sama proses.. yg dilihat hasilnya kan.. Jadi tunggu saja tanggal tayangnya.. hehe..
By: ddewa on June 12, 2007
at 1:42 pm
Pangkalan Baikonur di Kazakhstan itu tanahnya punya orang Kazakhstan tapi disewa ke Rusia (sampai 2050). Apa orang Kazakhstan punya teknologi roket? Boro-boro…tapi dapat duit hasil jualan tanah, hehehehe…
Kalau pemerintah Indonesia gak korupsi melulu, kita bisa sewa tanah di Biak itu. Uangnya buat pembangunan Papua.
By: astronomsableng on June 18, 2007
at 3:00 pm
udah lanjutin aja…..wkwkkwkwwk
By: gax tw apa2/bala budut on September 16, 2007
at 2:08 pm