Budaya Jawa

Jawa, sebuah pulau di selatan Indonesia membentang horizontal sedikit di bawah garis khatulistiwa. Java, nama baratnya.. apa ada hubungannya aplikasi komputer itu dengan pulau yang sama? entahlah..

Budaya, sebuah bentuk abstrak yang menempel di setiap langkah dan perbuatan umat manusia di muka bumi ini. Atau itulah pengertian dari pikiran seorang dewa ini.

Budaya Jawa, sebuah budaya yang terlahir di tanah Jawa dengan begitu banyak pesonanya. Terasa aneh ketika membicarakan budaya Jawa, hanya sunda dan betawi yang tidak termasuk kategori, padahal masih satu pulau. Pulau Jawa. Entahlah mengapa termarginalkan seperti itu..

Berbicara tentang budaya memang tiada habisnya, yang menarik adalah link berikut ini yang memberikan begitu banyak informasi tentang budaya di Indonesia, lengkap dengan sejarah dan informasi kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dengan begitu apik sebuah organisasi membuatnya, http://wacananusantara.org

Hanya sekilas saja tulisan ini saya buat, untuk berbagi saja.

Seperti kata Ki Hajar Dewantara:

Tut Wuri handayani,

Ing madya mbangun karso

Ing ngarso sung tulodo

Ga ada hubungannya sih.. haha.. suka aja sama quote itu.

When you’re lost between the past and the future, snap out of it and walk your day. Walk on every hour, every minute, every second till you grasp your future and laugh all the past.

Iya.. sewaktu-waktu boleh saja tersesat dalam kontinuitas masa. Dimensi ruang dan waktu dunia ini memang terkesan penuh ilusi dan jebakan di setiap persimpangan jalan. Keputusan yang terasa salah tidak benar-benar salah ketika dicoba disyukuri. Keputusan yang benar, ternyata tidak benar-benar terasa ketika semua itu cepat berlalu. Seakan waktu berjalan bagaikan kabut tipis diterobos dengan kereta ekspress berkecepatan tinggi.

Sudah saatnya untuk menjalani waktu-waktu yang diberikan di depan. Berhenti pikirkan masa depan yang berada di atas ubun-ubun, melayang dan terbang di sana. Mengambang dan terus mengambang, tidak akan tergapai. Berhenti tidak di saat memikirkannya, tetapi berhentilah saat semua perasaan, semangat dan jiwa raga ikut terpesona dengan sensasi yang akan dibawanya. Sensasi yang tepat untuk menjalankan detik-detik ilusi waktu dan hanya Dia yang tahu akankah benar terjadi angan di atas ubun-ubun itu.

Sungguh hebat masyarakat Indonesia melangkah dalam tataran demokrasi. Berkelompok mereka berjalan dengan mengusung nama-nama partai sejumlah 30-an buah. Para pemikir, merasa sudah saatnya memimpin bangsa ini ke jalan yang benar. Pemimpin bermunculan dari beragam latar belakang. Seniman sudah merasa bosan dengan kanvas dan layar kacanya. Bosan dengan bangsa ini yang tidak memperhatikan pentingnya seni untuk membangun.

Seni…
Seni hanyalah sebagian dari begitu banyaknya aspek yang termarginalkan.

Semua.. kurang sedikit, merasa adalah penyelamat untuk negara yang porak poranda. Percaya dapat memimpin lebih baik, memimpin lebih bijak, memimpin lebih nyata dibanding Anda. Jumlah mereka tidak sedikit. Sungguh mental yang luar biasa. Dahulu hingga kini memang berkumandang, pemimpin lah yang dibutuhkan bangsa ini.

Seperti halnya Tuhan yang menghendaki, maka jadilah. Betapa hebatnya pemimpin bermunculan di mana-mana. Lalu.. siapa yang dipimpin? siapa yang akan menjadi penasihat? siapa menjadi benteng atau kuda bahkan pion?
Bertanya dan terus bertanya.. Akankah raja hitam dan putih bersatu untuk kelangsungan hidup papan ini? Ataukah …

Astronom Murtad

26 Januari 2009. Murtad, itulah gunjingan yang bisa saya katakan kepada diri saya ini. Seorang lulusan Astronomi ITB tetapi sudah beberapa bulan terakhir lepas dari kegiatan astronomi. Gerhana Matahari Cincin hari itu yang menggemparkan Indonesia termasuk dalam daftar ketidaksertaan saya. Sementara rekan-rekan astronomi berbondong-bondong membawa peralatan dan perlengkapan memburunya hingga ke Lampung, saya sedang bercengkerama dengan keluarga. Pemikiran saya agak kontras dan pesimis dalam menyikapi fenomena ini. GMC memang fenomena yang langka. Lalu kenapa hanya diamati dan diabadikan saja? Kenapa tidak ambil tindakan yang lebih dalam dalam menyikapinya? Meskipun saya mencoba mengkaji lebih dalam data-data yang saya dapat dari fenomena yang langka ini, lalu untuk apa? Itulah beberapa pertanyaan yang saya ajukan di benak saya.

Gerhana Matahari Cincin ini akan terjadi lagi puluhan tahun mendatang. Sikap yang bagaimana yang bisa membedakan dengan sikap yang orang kebanyakan lakukan. Apakah dengan “hanya” melihat dan mengabadikannya sudah bisa mensyukuri karunia Ilahi dengan baik? Saya rasa tidak. Ini adalah pemikiran saya. Lalu data ini bisa dimanfaatkan oleh siapa dan untuk apa? pencarian ini pun terus berlanjut. Sesampainya di Bandung ladang ilmuwan dan pakar astronomi, saya akan lakukan investigasi lebih lanjut.

Dengan mulainya masa web 2.0 yang memudahkan pengguna internet, membuat website sendiri, untuk perusahaan maupun individu jadi terasa mudah. Hanya diperlukan sedikit pengetahuan pemakaian internet dan sedikit kreativitas.  Beberapa kali saya sudah coba beberapa layanan dalam membuat website, bahkan dahulu kala (sok tua.. padahal emg iya) saya membuat website benar-benar manual dengan menggunakan html dan php. Merasa tidak cocok di tengah jalan karena harus benar-benar super detail melihat algoritma dan bahasa pemrogramannya, sudahlah saja hanya jadi angin lalu.

Sebenarnya membuat website sangat mudah, hanya memerlukan:

  1. Domain, kalau ingin memiliki nama unik untuk website
  2. Hosting, untuk menyimpan data file website

Continue Reading »

Next Page »